Minggu, 25 November 2012

Bersenang-Senanglah Wahai Anak Muda


Satu hal lain yang aku ingin ceritakan dalam kehidupan pribadiku, hal ini mungkin adalah satu hal yang sangat riskan jika aku membaginya kepada kalian. Hahahhaha.. serius amat bacanya!! Oke, kita mulai yaa..

Mungkin sedikit banyak kalian sudah mengenalku walaupun hanya dalam beberapa tulisanku di beberapa bulan terakhir. Aku sangat transparan dalam menceritakan realitas hidup, mungkin ada beberapa teman dekatku yang tidak menyangka jika kehidupanku teramat tragis, ironi memang, karena lingkungan dan atmosfir pergaulanku sangat beragam, mungkin bisa dibilang aku tipe spesies manusia yang bisa masuk ke jenis spesies lainnya, bahkan spesies hewan dan tanaman ( ini orang apa flora fauna siihh.. hee)..  eh, ini ciyuss lho..!! Bahkan dominan lingkungan dan teman-temanku adalah gerombolan manusia-manusia hedonis Jakarta yang disaat penat, mereka bisa menghabiskan sisa malam dengan berbagai kesenangan. Dunia gemerlap ibukota, riuh pikuk kesibukan malam Jakarta, sampai anak-anak geng motor yang sering membuat resah jalanan-jalanan ibukota. Pernah sesekali, aku tertidur di lantai ruang tamu rumahku dengan high heels dan dress mini setelah semalaman suntuk aku menghabiskan waktu nongkrong di sebuah club di daerah Jakarta selatan, dan lebih bodohnya lagi, aku bisa menghabiskan waktu luangku disaat weekend untuk bertapa di sebuah club di daerah Jakarta Pusat sampai aku tak pernah tau kapan siang dan malam berganti. Damn !! itu adalah hal tergokil yang pada masa muda ini aku habiskan dengan sia-sia.

Mungkin aku merubah cara pandang kalian, terhadap wanita sepertiku. Aku pun tidak pernah peduli dengan pemikiran-pemikiran nyinyir orang-orang terhadapku. Aku belum menghabiskan masa mudaku, tetapi aku telah banyak merasakan pahit manis pergaulan anak-anak ibukota. Pemikiranku belum terkontaminasi akan hal buruk kehidupan Jakarta, aku hanya banyak belajar dari kehidupan yang aku jalani. Puas rasanya ketika setengah dari masa muda kita habiskan dengan melakukan hal-hal yang bodoh. Wajar menurutku, jika ketika muda kita mencari arti sebuah kata “kehidupan”, karena dengan kita mempelajari banyak sisi kehidupan, kita akan lebih bijak mengambil jalan hidup di depan.

Saat ini, aku masih mengakui bahwa diriku masih teramat muda. aku seimbangkan pola kehidupanku dengan semangat cita-citaku meraih mimpi. Tak ada yang salah menurutku tentang tindak pola pergaulanku sebagai anak Jakarta. Yang aku tahu, aku hanya mengisi hari-hariku dengan hal-hal indah serta kebodohan-kebodohan yang nantinya bisa aku jadikan pelajaran kepada anak cucuku.

Banyak hal yang kalian bisa pelajari tentang diriku, aku muda, ceria, bodoh, mandiri dan berpendidikan. Dan ketika anak muda seperti kalian menghabiskan waktu dengan kesenangan semu belaka, aku pun telah merasakannya. Banyak hal yang aku jalani yang mungkin kalian tidak pernah menduganya. Banyak kesenangan yang bisa kita lakukan tanpa berpikir panjang dan akan menjadi masalah di hari berikutnya. Ketika kamu merasa dengan pergi minum dan nge-club pada jumat malam untuk mencari kebahagiaan, hal itu adalah kesalahan pemikiran yang diimplementasikan dengan nafsu. Tidak pernah ada kebahagiaan yang datang dengan instan, kebahagiaan itu diraih dengan segala pengorbanan. Salah, ketika anak muda mengenyampingkan urusan utama menata masa depan demi kenyamanan kesenangan semu belaka, karena masa depan itu tergantung dari apa yang kita lakukan di masa muda.

Bersenang-senanglah wahai anak muda, namun ketika waktu membunuh semua angan-angan indahmu, jangan salahkan masa mudamu yang berlalu bagaikan tiupan debu. 

1 komentar:

  1. mbak. boleh minta emailnya? mau minta tolong mbaknya tentang skripsi saya. terimakasih mohon bantuannya

    BalasHapus