Selasa, 23 Februari 2016

TIME FLIES SO FAST....................


Mungkin 3 tahun yang lalu aku bisa merasa teramat muda, namun sekarang terasa semakin berjiwa muda.. hahahha, umurku sekarang memasuki 26 tahun lewat 1 bulan di tahun 2016 ini. Banyak sekali kejutan-kejutan indah yang sengaja atau memang jalan takdir-Nya harus aku lalui.

Banyak yang bilang bahwa purnama itu indah, tapi melalui 3 purnama dengan hati merintih pun tetaplah indah tergantung seberapa banyak kopi yang dihirup ditemani asap menthol yang melepus dibawah udara malam Jakarta.

Aku tidak ada yang berubah sedikitpun dari fisik seorang gadis mungil berparas manis berkelakuan sosialis. Tak ada yang kurang sedikitpun tentang pemikiran idealis gadis metropolis. Hanya sekarang bertambah sedikit spekulatif dan atraktif, yaa.. kalian pasti bisa menebak.. tantangan hidup tidak akan bisa semenarik ini jika kalian tidak bertindak spekulatif! Atraktif yaa pasti, karena aku pun merasa telah dikutuk untuk menjadi sangat-sangat atraktif! (red: bawaan lahir).

Semua orang yang mengenalku pasti setuju mengatakan bahwa aku wanita yang sedikit penuh kejutan. Aku tidak pernah merasa membuat sebuah kejutan tapi anehnya banyak orang malah merasa teramat terkejut mengenal sosok aku. Menjadi sosok yang begitu mengejutkan bukanlah cita-citaku, itu hanya sekelumit nyinyiran orang yang melihat sebuah buku bercover underground, padahal isinya hanya sebuah biografi.

Ironis memang, memegang peringkat ke-6 sebagai ibukota terpadat di dunia , http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/259434-jakarta-kota-terpadat-ke-6-dunia , banyak warga Jakarta malah merasa hampir tidak tenang hidup di kota metropolitan, bukan masalah kehedonisan, bisa jadi karena tajamnya sebuah gesekan, persaingan, atau bahkan hanya sebuah komentar-komentar murahan. Jiwa komentar adalah jaring sebuah lingkaran setan, tak akan pernah ada ujungnya. Tanpa tersadar semua komentar menjadi begitu menjatuhkan. Yang terbaik dilakukan adalah ABAIKAN!!!

Bukan hidup namanya kalau tanpa nyinyiran dan komentar, bahkan orang jauh saja bisa tiba-tiba merasa mengenal diri kita sebegitu dekat hanya dengan sebuah ucapan, atau orang yang memang dekat bisa begitu merasa asing ketika sebuah komentar terstimulus dalam pikiran.

Begitulah kira-kira 1 tahun terakhir alasan kedua orang tua ku memutuskan untuk mengakhiri hubungan pernikahannya. Disayangkan memang, ketika omongan menjadi sebuah momok maghligai rumah tangga, ketika manisnya ucapan menghancurkan kasih sayang, ketika seuntai kata tak bisa lagi dijadikan pegangan, bahkan alasan mendamaikan malah menjadi sebuah pertikaian. Standing applause buat semua persepsi keterpurukan pemikiran , bahkan di umur mereka yang tidak lagi muda.

Aku dan tiga adikku memang menjadi korban, setiap anak pasti menjadi korban ke egoisan. Sedih .. memang.. menjadi seorang kakak, anak tertua, wanita, tulang punggung adalah predikat yang membanggakan sekaligus tantangan.. kuat itu bukan pilihan tetapi sebuah keharusan, pundak tidak lagi menjadi sandaran, tetapi sudah menjadi tumpuan, dan aku kira sedih itu hanya sebentar tapi ini hidup dan bahagia pasti menunggu di ujung sana.. iyaaa.. di depan!

Sebenarnya ini bukan menceritakan bagaimana membuka sebuah aib keluarga, aku sadar ini adalah jalan takdir seorang manusia, manusia itu perlu belajar dan Alhamdulillah semua pembelajaran telah Tuhan berikan.

Keluarga adalah sebuah benteng utama perkembangan seorang anak. Ayah dan ibu adalah pioneer keberhasilan pendidikan, sikap, serta pergaulan. Sekarang aku dan adik-adikku beranjak dewasa, walaupun memang akselerasi pendewasaan. Kami tidak merasa sedikitpun kekurangan, malah kami saling menguatkan, disaat semua orang menjatuhkan, kami menguatkan bunda untuk tetap bisa tersenyum, kami memberi semangat nenek untuk mencoba ikhlas menerima semua keadaan. Walaupun kami tidak pernah tahu kapal ini akan karam atau berhasil ke tepian.

Ini saat-saat terberat, tahun terberat, namun aku tetap yakin bahwa sebuah ketulusan akan berakhir dengan senyuman.

Tidak sedikit pula yang berspekulatif bahwa aku adalah seorang wanita pembangkang, murahan, pengkhianat, sampah, wanita sombong, tidak tahu di untung, tidak bisa pegang amanah, skizofrenia, autism, gadis jalanan, freak, psikopat, bahkan satu kali ada seseorang sampai mengeluarkan sumpah serapahnya agar aku mati terkena penyakit ganas yang tidak bisa disembuhkan.

Aku hanya “tersenyum”.

Semua perkataan tidak baik datang dari hati yang tidak baik, hati yang dengki, bahkan iri. Sampai saat ini, aku hanya mengadu kepada Dzat pemberi hidup. Akankah semua jalan hidup harus selalu diratapi, ketika hanya karena keegoisan harus menyakiti seseorang, apakah hanya karena cinta ditolak uang bisa menjadi jawaban, apakah ketika perlakuan kasar bisa diibaratkan sebuah kemakluman hubungan. Semua orang bisa menganggap dirinya rasional dan orang yang di judge itu irasional.. memang.. ketika hati begitu lembut, tak pernah ada kata buruk terucap, yang ada hanya doa untuk kalian yang selalu menemani di saat semua luput dari hidup.

Aku masih terus berjuang , selalu , dan akan terus menjadi kebanggaan.
Saat in memang terasa berat, tapi aku yakin di depan semua orang yang aku sayang akan menungguku dengan pelukan dan senyuman.

Aku tidak akan meninggalkan kalian sendirian.. I’m promise



Love.

Grandma, Mom, Little Sista

3 komentar: