Siapa yang tahu kalau ternyata aku seorang
wanita yang sangat keras. Berprinsip keras, berhati keras, sampai berkemauan
keras. Aku telah menyimpan sifat itu puluhan tahun hingga kini. Siapa pula yang
tahu, kalau sebenarnya sifat kerasku terbentuk dari lingkungan yang aku jalani
hingga dari perihnya perjalanan hidup yang aku tempuh selama ini.
Ternyata bukan umur yang mendewasakan pemikiran
serta sikap wanita keras sepertiku. Jalan hiduplah yang membuat sifat kerasku
melebur dengan sempurna, sehingga dunia membuka mata kasat dan perasaanku pada
suatu titik balik yang membuat wanita keras sepertiku dapat meleburkan
keegoisan menjadi kedewasaan.
Sangat mahal harga sebuah “kedewasaan”, aku
tidak pernah membeli kedewasaan, tapi ia dapat muncul ketika kau sudah tidak
memiliki apa-apa lagi dihidupmu kecuali hasrat dan semangat. Aku pernah berada
disituasi itu dan aku sangat bersyukur!
Bukan saat kau harus mengedepankan ego-mu dan
menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hal yang kau inginkan, tapi disaat
kau mengikhlaskan jalan hidupmu dan kau berusaha dengan kuat untuk keluar dari
himpitan yang menyiksamu. Bukan pada saat kau selalu menuntut, tapi pada saat
kau berpikir akan orang-orang disekitarmu yang menjadi tanggung jawabmu. Bukan dimana
kamu harus tinggal tapi bagaimana caranya kamu harus menyambung dan memikirkan
nasibmu kedepan.
Pada saatnya semua manusia harus berada di
titik dimana ia harus menentukan jalan hidupnya sendiri. Titik dimana hidupmu
ditentukan oleh keputusan yang kamu ambil saat ini!
Aku masih sangat muda ketika situasi menuntutku
menjadi dewasa, aku pun masih ingat jelas bagaimana hidup membuatku hampir
menyerah kepada keegoisan dan hampir menjerumuskanku kepada keputusan –keputusan
gambling terhadap jalan hidupku.
Berpikir instan itu sangat mudah apalagi
mengimplementasikannya, semua tak butuh analisa. Belajarlah dari hidup,
egoislah pada egomu, hingga kau dapat menemukan titik kedewasaan dari
pembelajaran-pembelajaran hidup dari makhluk disekitarmu.
Temuilah kedewasaan itu, sebelum kau tersadar
bahwa kedewasaan telah melewati batas kesanggupanmu untuk menggapainya.
.jpg)
Thats true, I agree with you.
BalasHapus