Sabtu, 22 Juni 2013

Apa Ada Yang Salah Dengan Cinta?

Ini telah kesekian kalinya aku putus cinta. Aku pun lupa sudah yang keberapa kali aku mengalami pupusnya harapan-harapan indah bersama orang yang mungkin kemarin pernah berjanji untuk membuatku bahagia.

Beberapa kali, ya.. sudah banyaklah aku merasa kecewa dan mungkin aku juga pernah mengecewakan. Hal itu wajar dalam setiap hubungan, ketika kita menyakiti, disakiti, menyayangi, disayangi, merupakan suatu bagian yang kompleks dalam menjalin sebuah hubungan.

Sesungguhnya atas dasar apa cinta itu menyakitkan? Tak pernah ada kata menyakiti dalam cinta, persepsiku adalah saling melengkapi, menyayangi, menerima semua kekurangan dan kelebihan, saling mengerti, dan saling menghargai, itulah arti cinta. Tapi pada prakteknya, semua terasa kompleks dengan penambahan faktor-faktor eksternal yang menguji seberapa kuat perasaan yang kau sebut dengan cinta.

Pernah beberapa kali aku bertemu seorang pria yang membuat aku jatuh cinta, mungkin awalnya sangat indah, berawal hubungan pun begitu berwarna, hingga setiap pagi aku terbangun dengan wajah sumringah hanya dengan membaca pesan singkat darinya. Mobile phone pun menjadi sahabat yang paling setia bahkan saksi bisu kisah-kisah cintaku dengannya. That’s simple, itulah cinta, perhatian kecil pun bisa menjadi sangat bermakna jika hal itu keluar dari mulut orang yang kau cintai dengan rasa cinta.

Tapi ternyata cinta itu begitu kompleks bagi wanita sepertiku.

Aku mendeskripsikan diriku sebagai wanita pekerja keras, memiliki kemauan yang keras, hingga terasa aku memiliki satu sifat keras kepala karena mungkin aku anak tertua di dalam keluarga. Umurku 23 tahun pada tahun ini, namun realitas pekerjaan dan hidupku menanjak seiring matangnya sifat dan attitude kerjaku. Pendidikan ku pun bertitel sarjana lulusan terbaik di salah satu Universitas Negeri di Jakarta. Namun dari sekian banyak hal terbaik yang aku sebutkan dalam hidupku, tetapi tetap saja aku tak bisa seiring berjalan dengan cinta.

Semua kelebihanku bisa menjadi kekurangan saat bersanding dengan cinta, terlalu perfectsionis hidupku, hingga mungkin banyak lelaki yang enggan menaruh angan-angan indah bersamaku. Mungkin terlalu cemburu ketika aku memiliki teman pria lebih banyak dari teman wanita, atau terlalu khawatir dengan sifat ramahku yang membuat setiap orang menyenangi gaya bergaulku.

Aku tidak sekompleks apa yang dipikirkan lelaki sebagian besar. Malah aku terlalu simple untuk memandang cinta dalam melengkapi hidupku.

Ketika aku tahu yang aku rasa itu cinta, aku akan membagi perasaan itu hingga kita menjalaninya dengan bahagia. Cinta itu sebenarnya indah, perjuangan untuk menggapai cinta pun juga sama indahnya. Untuk apa mempermasalahkan hal-hal yang dapat merusak cinta, toh, kalau cinta harusnya bisa saling percaya atau ketika kita harus melepaskan orang yang kita sayang demi orang yang dicintainya, itu pun juga cinta.

Janganlah terlalu kompleks memandang cinta, ketika kau tau perasaan yang tumbuh itu cinta, jalani dan perjuangkan. Dan jangan pernah karena alasan cinta, kamu menyakiti orang yang dicintai. Biarkan cinta yang memilih untuk dicinta.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar