Banyak hal
yang dapat kita sebut sebagai suatu kebetulan, ketika kita bangun tidur,
berangkat sekolah, berangkat kerja, sampai kita tidur kembali, terkadang
kebetulan menjadi kalimat sakral yang tidak sengaja kita ucapkan. “ eh,
kebetulan ya kita ketemu” atau “kebetulan banget sih gw dapet barang ini”.
Sadar atau tidak kata kebetulan merupakan teman sehari-hari hidup kita. Kebetulan
ketemu cewek atau cowok cakep, kebetulan nemu duit lima puluh ribu (yang ini
ngarep.. hahaha), kebetulan jadi orang terkece di kantor, atau sekedar
kebetulan nemuin pasangan hidup yang klop. Mungkin poin terakhir adalah
kebetulan yang hakiki dalam dunia jomblo di Indonesia.
Kebetulan terkadang
menjadi salah satu trending topic kehidupan manusia di dunia, dengan adanya
kebetulan munculah kejutan-kejutan kecil sampai kejutan besar yang mungkin
menjadi pengalaman berharga dalam kehidupan seorang anak manusia.
Seperti kisah
hidupku, aku terkadang mensyukuri adanya suatu kebetulan jika hal itu berdampak
baik bagi kehidupanku, rasanya seperti sesuatu yang tidak mungkin dan pada
kenyataannya menjadi mungkin. Ingin sekali rasanya memiliki moment-moment
kebetulan seperti itu kembali, ketika duit di dompet di akhir bulan tinggal
satu lembar sepuluh ribu dan ketika itu pula saat sedang memesan mie instant di
warkop favorit tiba-tiba ada gebetan datang dan ngebayarin smua pesenan yang kita
pesan, rasanya itu, pengen meluk sang gebetan erat-erat sambil bilang you’re my
everything.. ckckck. Atau ketika kita lagi desek-desekan di sebuah kopaja di
tengah-tengah kota yang saat itu sedang macet parah, dengan sesak aroma citrus
asem-asem manis ketek mas-mas yang males untuk sekedar beli deodorant,
tiba-tiba dari samping kaca kopaja kita melihat teman kita sedang membawa sedan
sportynya dengan lambaian tangannya mengajak kita untuk bareng satu mobil
dengannya. Woow, hal itu merupakan kebetualan alamiah luar biasa dari sebuah
jalan hidup, yang membuat kita mengucap “Oii Broo, kebetulan banget lo disini,
hampir gila gw di kopaja”, (hahaha..).
Banyak
kebetulan indah yang membuat bibir kita menggoreskan senyum untuk mengingatnya,
tapi tidak sedikit pula kebetulan yang membuat kita sedih, duka, atau mungkin
kita bisa mengorek-ngorek septic tank bila kita teringat akan kebetulan itu,
kebetulan yang pertanyaannya, “why must in me?” atau “kenapa mesti gw siiihhhhh
broooo?”. Pernah ingat ketika pada saat hari senin, ketika kita pakai baju
putih – putih dan melakukan upacara bendera dan saat itu jg kita jadi pemimpin upacara
satu sekolah, pada saat di tengah-tengah lapangan yang sepi, kita menangkap hal
ganjil dan rasanya sangat-sangat ganjil, kita jadi pusat perhatian dan
cekikikan teman-teman di barisan upacaranya, dan ketika itu pula kita baru
ingat, kalau resleting rok/celana kita belum kita naikkan, dan hal itu menjadi
pengalaman kebetulan memalukan kesekian yang mengisi lembaran hidupku. Itu belum
seberapa dahsyat, dibandingkan kebetulan yang satu ini, kebetulan yang bisa
buat kita gak nafsu makan selama berhari-hari, kebetulan yang membuat kita
merasa menjadi manusia paling tidak berharga didunia, dan hal itu adalah ketika
kita secara kebetulan menemukan seseorang lawan jenis dengan spesifikasi yang
kita inginkan, dengan angan-angan yang bersambut, dan dengan kisah-kisah indah
yang telah kita lalui bersama, namun dengan suatu kebetulan itu juga kita harus
saling menyakiti dan berpisah.
Banyak
kisah yang bisa kita sebut sebagai suatu kebetulan dalam hidup, tapi entah
kenapa, tidak ada suatu kebetulan dalam hidup menurutku. Kita bertemu dengan
seseorang, kita berada dalam suatu tempat, kita masuk dalam lingkungan
tertentu, atau kita melakukan suatu hal yang bukan biasanya adalah bukan suatu
kebetulan. Semua adalah takdir Tuhan yang banyak sekali pelajaran di dalamnya,
mungkin rasa seneng, sakit, bahagia, duka, empati adalah kado dari setiap momen
yang akan menjadi kisah usang di masa yang akan datang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar