Tak pernah
terlintas sedikitpun dipikiran ku untuk mengakhiri hidup ini dengan meminum
baygon atau lompat dari gedung paling tinggi yang berada di tengah-tengah kota
Jakarta. Tak satu pun angan-angan ku terlintas untuk tiba-tiba menerobos palang
kereta api di saat kereta KRL Pakuan Express sedang lewat di tengah-tengah
jalurnya. Pemikiran bodoh , orang putus asa yang diimplementasikan melalui
aliran emosi hingga merasuk ke aliran arteri dan melewati pembuluh vena, hingga
meradang di otak seorang manusia.
Memang ,
terkadang manusia memilih untuk terus-terusan sengsara dalam hidupnya,
terus-terusan merasa dirinya paling di anak tirikan oleh penguasa alam, terus-terusan
mengeluh hingga terus-terusan membuat masalah dalam hidupnya. Terkadang aku pun
merasakan seperti itu, sampai aku bisa mencaci Tuhan, kenapa dia menciptakan ku
di dunia yang “bangsat” ini.
Perasaan sakit
yang aku rasakan dalam hidup, mungkin bisa sesakit ketika seseorang sedang
berada dalam sakaratul maut. Perih, hingga ketika kau merasakannya, rasanya
seperti luka yang ditaburi perasan jeruk nipis. Yaa.. hidup memang terkadang
membawa kita ke pilihan-pilihan yang salah, hidup juga terkadang membawa kita
ke dalam suatu lubang sedalam 500 meter hingga hampir tidak ada oksigen di
dalamnya. Begitulah rasanya pahitnya hidup.
Tapi
disitulah pelajaran berharga yang dapat kita ambil dalam hidup. Ketika kita
belajar memahami apa yang diberikan Tuhan kepada kita, apa yang sudah menjadi
Takdir-Nya, kita tidak akan bisa mengelak dari kuasa-Nya. Sehingga, hidup bisa
menjadi guru yang paling berharga dalam kisah perjalanan seorang manusia.
Bersyukur
adalah cara terbaik untuk memaknai hidup.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar