Rabu, 02 Januari 2013

Happy New Day in 2013


Dari atas kota kembang aku menikmati gemerlapnya pesta kembang api disertai riuhnya tiupan terompet menandai pergantian tahun di tanggal 31 bulan Desember tahun 2012 ini. Sengaja aku hijrah sejenak ke kota fashion dan mode ala Indonesia ini, penat sudah Jakarta selama 365 hari mengisi keseharian hidupku yang penuh dengan warna-warni emosi. Hanya berlangsung selama 15 menit pesta kembang api tersebut namun lamunanku melayang jauh menelusuri lika liku hidupku selama 12 bulan di tahun 2012 yang lalu.

Banyak hal yang terjadi di tahun 2012 lalu, duka, airmata, canda, cinta, pengorbanan, kehilangan, hingga sakitnya rasa putus cinta, satu persatu merangkak dengan sempurna mengelilingi isi kepalaku. Bukan waktu yang sebentar 12 bulan 365 hari, bukan pula waktu yang sedikit untuk seketika terlupa akan tragedi-tragedi yang terjadi yang mengisi tahun 2012 lalu. Banyak momentum berkesan yang kulalui di tahun 2012 lalu, resolusi tahun 2012 pun mencapai targetnya ketika aku bisa mendapatkan gelar sarjana di Universitas tercinta pada bulan November 2012 silam, segala peluh dan pengorbanan pun tidak ada yang sia-sia ketika semua yang kita cita-citakan tercapai dengan sempurna. Aku sosok pribadi yang penuh dengan keidealisan dan kesempurnaan, namun tahun 2012 ini begitu sangat menyakitkan ketika angan-anganku untuk bersanding dengan cinta belum pada kesempurnaannya, aku telah berjuang karenanya dan aku sudah mempertahankan apa yang semestinya aku dapatkan soal cinta. Namun cinta berkata lain hingga ia pergi meninggalkanku di beberapa bulan di akhir tahun 2012 lalu. Begitu pun soal keluargaku, angan-anganku terhenti sejenak ketika urat-urat syaraf otakku mencerna wajah-wajah peluh kedua orang tuaku. Sudah 3 bulan terakhir ini aku tinggal terpisah dari keluargaku, semua hanya karena keegoisan emosi anak muda sepertiku yang membuat aku selalu terbayang-bayang dan memikirkan gurat wajah mereka. Tahun 2012 pun belum bisa merangkulku untuk bisa dekat selayaknya keluarga bersama orang tua, kakek nenek, dan adik-adikku. Airmataku pun jatuh dengan asyiknya ketika lamunanku menelanjangi satu persatu kejadian-kejadian aku bersama keluargaku dan Damn!! Tak ada satu kenangan pun teringat kapan terakhir aku duduk bersama untuk sekedar bercerita dan berkumpul untuk sekedar bercanda, tak ada kenangan indah yang seharusnya menjadi penyemangat hidup dan motivasi akan ayahku, ibuku , serta adik-adikku. Terlampau jauh aku menyendiri, dan terlampau sendiri aku mengatasi segala problematika hidup tanpa rangkul hangat mereka. Rasa rindu menyelimuti relung-relung hatiku yang dingin, sedingin udara malam kota Bandung dari atas dago di gazebo sebuah restoran ternama di kota ini.

Sejenak aku menyeka air mata sambil pura-pura membetulkan make up ku yang sedikit agak luntur di malam pergantian tahun ini. Riuh pun tak henti-henti meramaikan suasana malam indah ini. Aku terbangun dari lamunanku akan memori tahun 2012 yang indah menurut cara pandangku. Semua yang telah kudapat di tahun lalu menjadi sebuah hal berharga yang takkan bisa ku lupa dan akan terus terkenang selama mata ini terjaga, dan semua yang hilang dari kehidupanku biarlah menjadi sebuah pelajaran berharga yang tidak akan pernah aku buka di laci usang memori hidupku.

Selamat tinggal kenangan dan Selamat datang Kehidupan, sesulit apapun hari-hari yang kau sajikan nantinya. Aku sangat siap dengan segala semangatku. How hurt the day will serve my destiny, I’ll face it!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar