Dari atas kota kembang aku
menikmati gemerlapnya pesta kembang api disertai riuhnya tiupan terompet menandai
pergantian tahun di tanggal 31 bulan Desember tahun 2012 ini. Sengaja aku
hijrah sejenak ke kota fashion dan mode ala Indonesia ini, penat sudah Jakarta
selama 365 hari mengisi keseharian hidupku yang penuh dengan warna-warni emosi.
Hanya berlangsung selama 15 menit pesta kembang api tersebut namun lamunanku
melayang jauh menelusuri lika liku hidupku selama 12 bulan di tahun 2012 yang
lalu.
Banyak hal yang terjadi di tahun
2012 lalu, duka, airmata, canda, cinta, pengorbanan, kehilangan, hingga
sakitnya rasa putus cinta, satu persatu merangkak dengan sempurna mengelilingi
isi kepalaku. Bukan waktu yang sebentar 12 bulan 365 hari, bukan pula waktu
yang sedikit untuk seketika terlupa akan tragedi-tragedi yang terjadi yang
mengisi tahun 2012 lalu. Banyak momentum berkesan yang kulalui di tahun 2012
lalu, resolusi tahun 2012 pun mencapai targetnya ketika aku bisa mendapatkan
gelar sarjana di Universitas tercinta pada bulan November 2012 silam, segala
peluh dan pengorbanan pun tidak ada yang sia-sia ketika semua yang kita
cita-citakan tercapai dengan sempurna. Aku sosok pribadi yang penuh dengan
keidealisan dan kesempurnaan, namun tahun 2012 ini begitu sangat menyakitkan
ketika angan-anganku untuk bersanding dengan cinta belum pada kesempurnaannya,
aku telah berjuang karenanya dan aku sudah mempertahankan apa yang semestinya
aku dapatkan soal cinta. Namun cinta berkata lain hingga ia pergi
meninggalkanku di beberapa bulan di akhir tahun 2012 lalu. Begitu pun soal
keluargaku, angan-anganku terhenti sejenak ketika urat-urat syaraf otakku
mencerna wajah-wajah peluh kedua orang tuaku. Sudah 3 bulan terakhir ini aku
tinggal terpisah dari keluargaku, semua hanya karena keegoisan emosi anak muda
sepertiku yang membuat aku selalu terbayang-bayang dan memikirkan gurat wajah
mereka. Tahun 2012 pun belum bisa merangkulku untuk bisa dekat selayaknya
keluarga bersama orang tua, kakek nenek, dan adik-adikku. Airmataku pun jatuh
dengan asyiknya ketika lamunanku menelanjangi satu persatu kejadian-kejadian
aku bersama keluargaku dan Damn!! Tak ada satu kenangan pun teringat kapan
terakhir aku duduk bersama untuk sekedar bercerita dan berkumpul untuk sekedar
bercanda, tak ada kenangan indah yang seharusnya menjadi penyemangat hidup dan
motivasi akan ayahku, ibuku , serta adik-adikku. Terlampau jauh aku menyendiri,
dan terlampau sendiri aku mengatasi segala problematika hidup tanpa rangkul
hangat mereka. Rasa rindu menyelimuti relung-relung hatiku yang dingin,
sedingin udara malam kota Bandung dari atas dago di gazebo sebuah restoran
ternama di kota ini.
Sejenak aku menyeka air mata
sambil pura-pura membetulkan make up ku yang sedikit agak luntur di malam
pergantian tahun ini. Riuh pun tak henti-henti meramaikan suasana malam indah
ini. Aku terbangun dari lamunanku akan memori tahun 2012 yang indah menurut
cara pandangku. Semua yang telah kudapat di tahun lalu menjadi sebuah hal
berharga yang takkan bisa ku lupa dan akan terus terkenang selama mata ini
terjaga, dan semua yang hilang dari kehidupanku biarlah menjadi sebuah pelajaran
berharga yang tidak akan pernah aku buka di laci usang memori hidupku.
Selamat tinggal kenangan dan
Selamat datang Kehidupan, sesulit apapun hari-hari yang kau sajikan nantinya. Aku
sangat siap dengan segala semangatku. How hurt the day will serve my destiny, I’ll
face it!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar